Jalan Cor Beton 300 Meter di Kemuning Retak dalam 3 Bulan, Warga Minta PUPR Bertanggung Jawab

  • Bagikan

SERANG – Proyek betonisasi jalan di Desa Kemuning, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, menuai kekecewaan warga. Jalan cor beton sepanjang 300 meter, lebar 3,5 meter, tebal 15 cm itu sudah retak dan patah di sejumlah titik padahal belum genap 3 bulan selesai dikerjakan, Senin (13/7/2026).

Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kualitas pembangunan jalan tersebut. Kerusakan mulai terlihat tidak lama setelah pekerjaan selesai.

“Setahu kami tidak ada pemasangan besi. Yang terlihat hanya plastik pelapis sebelum pengecoran dilakukan,” ujar salah seorang warga.

Warga juga menduga campuran material semen kurang maksimal. Hal itu terlihat dari permukaan jalan yang mudah retak.

“Kami minta pemerintah periksa. Masa jalan baru beberapa minggu sudah rusak. Ini uang rakyat,” tegas warga lainnya.

BACA JUGA :  Wujudkan Pelayanan Publik Semakin Baik, Dr. Nurdin Minta Terus Tingkatkan Core Values ASN

Warga berharap pemerintah daerah dan Dinas PUPR Kabupaten Serang segera memeriksa kualitas pekerjaan. Termasuk memastikan apakah proyek sudah sesuai spesifikasi teknis dalam kontrak.

Sekretaris Desa Kemuning, Hatami, membenarkan proyek tersebut merupakan kegiatan dari Dinas PUPR Kabupaten Serang.

Menurutnya, spesifikasi dengan ketebalan 15 cm tidak layak untuk jalan yang dilintasi kendaraan colddiesel bertonase besar.

“Seharusnya ketebalannya 25-30 cm. Kalau 15 cm pasti tidak akan kuat dan cepat rusak,” jelas Hatami.

Ia juga mengaku tidak mengetahui nilai anggaran proyek karena tidak pernah melihat papan informasi proyek di lokasi.

Proyek jalan betonisasi di Desa Kemuning dinilai sangat mengecewakan warga dan pengguna jalan. Belum ada sebulan selesai, jalan sudah banyak yang retak dan patah.

BACA JUGA :  Polisi Dalami Informasi Rumah Eks Kapolres Jadi Tempat Transit Perdagangan Orang di Lampung

Warga meminta Dinas PUPR Kabupaten Serang bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi.

“Jangan hamburkan uang negara kalau hasilnya asal jadi dan tidak berkualitas. Kami minta diperiksa dan diperbaiki,” ujar warga.

Masyarakat mendesak adanya tindakan tegas apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan. Agar infrastruktur yang dibangun benar-benar bermanfaat dan sesuai standar daya tahan.*

Penulis: NixonEditor: Renoto
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights