MEDAN- Konten kreator Lina Mukherjee mendatangi Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Kedatangannya usai penyidik menetapkan tersangka dalam kasus penistaan agama.
Status tersangka buntut video Lina yang memakan kulit babi diawali dengan membaca basmalah. Tersangka Lina datang bersama kuasa hukumnya ke Ditreskrimsus Polda Sumsel, Rabu (3/5).
Lina memasuki gedung Subarkah tempat pemeriksaan tanpa memberikan komentar kepada wartawan.
“Terima kasih ya, saya ke dalam dulu,” kata Lina singkat.
Hingga kini Lina masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Sementara dari polisi belum memberikan keterangan.
Sebelumnya, penyidik menetapkan Lina sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara.
Penetapan tersangka dilakukan banyak pertimbangan, yakni ditemukan barang bukti permulaan dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel tertanggal 18 April 2023 yang menyebut aksi Lina Mukherjee masuk dalam penistaan agama.
Surat keterangan Fatwa MUI yang diterima sebagai penguat dari keterangan ahli yang sudah dilakukan pemeriksaan yakni ahli sosiologi, ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli pidana. Keterangan saksi ahli ini menyebut perbuatan Lina Mukherjee termasuk penistaan agama.
Lina Mukherjee alias Lina Lutvia dipolisikan atas dugaan pelecehan agama karena membuat konten makan kulit babi panggang diawali membaca Bismillah. Laporan disampaikan seorang advokat ke SPKT Polda Sumsel, Syarif Hidayat.
Pelapor menyebutkan, unggahan video Lina Mukherjee dalam akun TikTok @lilmukerji termasuk dalam tindak pidana pelecehan agama Islam. Apalagi, terlapor mengaku penasaran rasa dan kriuknya kulit babi panggang meski ia beragama Islam.
“Kami melaporkan influencer yang telah membuat konten dengan mencampuradukan antara SARA dan akidah. Perbuatannya sangat tidak terpuji dan meresahkan,” ungkap Syarif, Kamis (16/3).
Pelapor menyayangkan sikap Lina Mukherjeen yang justru memprovokasi banyak orang. Apalagi ia memiliki jutaan pengikut yang bisa saja mencontoh aksinya, terutama Muslim.
“Kontennya mencontohkan hal yang haram dalam agama kita. Bagaimana jika anak kita menonton konten ini, tentu hal seperti ini tidak boleh kita biasakan,” kata dia.
“Dia sengaja mengonsumsi babi agar pengikutnya bertambah, tapi aksinya malah memperolok agamanya sendiri,” tuturnya.(*)

























