Jalan Poros Desa Cilayang Hancur Akibat Aktivitas Galian, Pemkab Lebak Tutup Mata

  • Bagikan

LEBAK – Kondisi jalan poros Desa yang menghubungkan antara Desa Cilayang dengan Desa Curugbitung, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Rusaknya jalan poros desa tersebut diduga akibat maraknya aktivitas galian tanah merah dan Bintonik yang semakin hari semakin menjamur di wilayah tersebut, sehingga tak sedikit warga masyarakat yang mengeluh karena akibat hancurnya jalan tersebut masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas.

Jalan poros tersebut adalah satu satunya akses untuk melakukan aktivitas menuju ke kota Kecamatan dan Kabupaten. Hal itu di ungkapkan salah satu pengguna jalan yang sekaligus warga masyarakat Desa Cilalayang yang namanya minta dirahasiakan kepada para awak media, Jumat (11/11/2022).

BACA JUGA :  Kerugian Hilangnya Ribuan Baut dan Besi Jembatan di Aceh Singkil Capai Ratusan Juta Rupiah

Menurutnya, jalan tersebut sudah beberapa tahun ini kondisinya sangat memprihatinkan selain hancur jalan tersebut juga kondisinya sangat licin, karena sudah hampir tidak tersisa batu-batunya akibat maraknya galian tanah merah. Namun herannya pihak pemerintah baik Desa maupun Kabupaten terkesan tutup mata.

“Saya selaku warga disisni sayangat prihatin kang, dengan kondisi jalan seperti ini, jangankan untuk dilewati kendaraan roda empat, dilewati kendaraan roda dua saja sangat sulit kang,” terangnya

Lebih lanjut iya mengatakan, dengan kondisi jalan seperti ini tentu sangat menyulitkan warga dalam melakukan aktivitas sehari hari. “Herannya sampai saat ini pihak pemerintah, baik Desa, Kecamatan maupun Kabupaten, seperti membiarkan dan tidak ada tindakan apapun terhadap pengusaha galian tanah merah tersebut,” tandasnya.

BACA JUGA :  Kawal Laga PSIS vs Persebaya di Stadion Jatidiri, Polrestabes Semarang Siagakan 4.700 Personel

Di tempat terpisah, Ketua Ormas Badak Banten Kecamatan Maja, Ma’rup mendesak kepada Kepala Desa Cilayang agar segera melakukan tindakan, baik penyetopan terhadap galian tanah merah maupun segera melakukan pembangunan jalan.

“Betul, kami juga sering mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut, makanya kita sengaja kemaren investigasi langsung ke lapangan, dan ternyata memang benar jalan poros Desa tersebut sangat memprihatinkan,” ungkap Ma’rup.

“Dengan adanya hal tersebut kami sebagai sosial kontrol, mendesak kepada pemerintah baik Desa, Kecamatan maupun Kabupaten agar segera membangun jalan tersebut, sekaligus menghentikan kegiatan galian tanah merah yang semakin marak di wilayah itu, jangan tutup mata, karena dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tukasnya.

BACA JUGA :  Bibir Kawah Gunung Kerinci Retak hingga 4 Meter Akibat Erupsi

Sementara itu Azis Akbar, Kepala Desa Cilayang, saat di konfirmasi oleh para awak media. Terkait hal itu membenarkan jika jalan poros desa kondisinya hancur akibat aktivitas galian tanah merah.

“Memang benar kang, jalan poros desa kondisinya sangat memprihatinkan, sehinnga sangat sulit dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dan kami juga sudah beberapa kali melakukan teguran kepada pihak pengusaha galian tanah,” dalihnya singkat.

Penulis: Andik ESEditor: Renoto Sirengga
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *