Limbah MBG di Kampung Berekah Jadi Sorotan, Warga Minta Penanganan Serius

  • Bagikan

SUKABUMI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional di bawah Badan Gizi Nasional kembali menjadi sorotan. Kali ini, warga Kampung Berekah, Desa Berekah, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan dampak limbah dapur yang dinilai menimbulkan bau tidak sedap.

Program MBG sendiri bertujuan menyediakan asupan makanan bergizi bagi siswa, balita, serta ibu hamil dan menyusui guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, di lapangan, pengelolaan limbah dari dapur program tersebut dinilai masih belum optimal.

Lokasi dapur MBG yang berada di area yayasan dan berdekatan dengan permukiman warga memunculkan kekhawatiran tersendiri. Warga menyebutkan, bau menyengat kerap muncul, terutama saat cuaca panas, disertai banyaknya lalat dan nyamuk di sekitar lokasi.

BACA JUGA :  Kasad : Sebagai Pemimpin Harus Inovatif dan Menjadi Contoh Bagi Anak Buah Maupun Masyarakat

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kondisi saat ini memang sudah sedikit membaik dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, ia berharap permasalahan tersebut dapat segera ditangani secara menyeluruh.

“Sekarang sudah agak membaik, tapi masih terlihat air sabun, busa deterjen, dan minyak. Kalau panas, bau masih terasa, dan lalat juga cukup banyak,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Warga juga berharap adanya pengawasan lebih ketat dari pihak pengelola, termasuk penanganan sisa makanan yang menumpuk agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

“Kami berharap pengelolaan limbah bisa lebih baik lagi supaya lingkungan tetap bersih dan nyaman,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Pengawas Lapangan SPPG, Somantri, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya meningkatkan sistem pengolahan limbah. Ia menyebut, peralatan yang dibutuhkan untuk pengolahan limbah telah dipesan dan kini masih dalam proses pengiriman.

BACA JUGA :  BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

“Peralatan pengolahan limbah sudah kami pesan dari Jakarta dan pembayarannya juga telah diselesaikan. Saat ini masih dalam proses pengiriman. Setelah tiba, kami akan segera melakukan penanganan lebih maksimal agar limbah dapat dikelola dengan baik,” jelasnya.

Pihak pengelola berharap, dengan hadirnya fasilitas pengolahan limbah yang memadai, permasalahan yang dikeluhkan warga dapat segera teratasi dan program MBG tetap berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.*(Asep)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights