SERANG – Dinas Pendidikan Dindik Kabupaten Serang menerima kunjungan Laskar Pendekar Banten Sejati LAPBAS Indonesia untuk beraudensi di kantor Dindik. Audensi ini dalam rangka menampung laporan dan menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat.
Audensi disampaikan langsung oleh Hikmat, Ketua Harian DPP Ormas LAPBAS Indonesia, Jumat (24/7/2026). Pertemuan tersebut difasilitasi Bidang SMP Dindik Kabupaten Serang, dan didampingi Seksi PDPK beserta staf.
Materi yang disampaikan LAPBAS adalah dugaan diskriminasi dan dugaan Pungutan Liar Pungli di SMPN 1 Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Dalam paparannya, Hikmat mengaku miris dan mengecam adanya dugaan Pungli dan diskriminasi di SMPN 1 Tunjung Teja. Menurutnya, hal itu berdampak pada psikologis siswa yang tidak mendapatkan kesamaan pelayanan pendidikan.
“Saya minta Dindik Kabupaten Serang segera menelusuri SMPN tersebut yang diduga melakukan Pungli. Tindak tegas sesuai aturan yang berlaku di NKRI. Perilaku diskriminasi akan nampak ketika ada siswa yang tidak membayar iuran dengan nominal yang dipatok. Itu sangat mengganggu psikologis siswa didik,” tegas Hikmat.
Sementara itu, pihak Dindik Kabupaten Serang menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi dari Ormas LAPBAS Indonesia. “Kami dari Dindik tidak akan diam dengan adanya peristiwa seperti ini. Kami akan segera menindaklanjuti dengan tegas sesuai aturan yang berlaku,” jelas Dedi Mawardi, Kabid SMP Dindik Kabupaten Serang.
Dedi juga mengucapkan terima kasih kepada LAPBAS yang telah berkunjung. “Kami pastikan laporan dari LAPBAS akan segera kami proses,” tambahnya.
























