Dampak Gempa di Pasaman Barat, 300 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

  • Bagikan

SUMBAR – Setidaknya ada 300 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat gempa magnitudo 6,2 yang melanda pada Jumat (25/2/2022) pagi. Korban tinggal di Jorong Simpang Abu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar).

Angka itu terungkap saat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansarullah meninjau sejumlah lokasi yang terdampak gempa di Pasbar.

Lokasi pertama, Mahyeldi melihat kondisi warga di halaman Kantor Bupati Pasbar, yang merupakan pengungsi dari Jorong tersebut. Sedikitnya, ada 300 KK harus kehilangan tempat tinggal. Rumah warga rata dengan tanah dan menelan dua korban jiwa.

“Rumah kami ndak ada lagi pak, rata dengan tanah semuanya. Tolong lah pak, jemput keluarga kami di sana. Gempanya ndak henti-henti, setiap menit ada pak,” kata salah seorang korban gempa, Saparudin.

BACA JUGA :  Cegah Perang Sarung di Kota Surabaya, Satpol PP Gelar Operasi Skala Besar Selama Ramadhan

Selanjutnya, Mahyeldi melihat kondisi di Rumah Sakit (RS) Yarsi Pasbar. Di sana terdapat 26 korban gempa yang mengalami luka ringan hingga berat.

“Rata-rata pasien disini, menderita cedera kepala, dan fraktur. Ada satu pasien dengan cedera kepala berat, sudah dirujuk ke RSUP M Djamil Padang,” ungkapnya.

Usai dari RS Yarsi, Mahyeldi beranjak ke Nagari Kajai, daerah ini dilaporkan mendapatkan dampak terparah dari gempa tersebut. Di sana, masih terdapat proses evakuasi masyarakat oleh para petugas dan relawan.

“Pertama kita menyelamatkan korban yang luka-luka di rumah sakit terdekat dan dibantu oleh tenaga Puskesmas. Lalu, kepada warga yang kehilangan tempat tinggal kita siapkan tenda di halaman kantor bupati dan juga ada di Tigo Nagari dan juga rumah singgah Dinas Sosial,” sebut Mahyeldi.

BACA JUGA :  Gubernur Bali Razia dan Musnahkan Arak Gula di Karangasem

Pihaknya juga berjanji menyediakan bantuan makanan, dengan membuat dapur umum.

“Kedua bantuan makanan kita siapkan dan kita dirikan dapur umum, sekarang sudah ada dua dapur umum. Jadi yang penting masyarakat berada di tempat yang aman dulu,” ungkapnya.

Sementara itu secara keseluruhan, korban yang dirawat di Pasbar mencapai 67 orang yang tersebar pada 26 orang di RS Yarsi Pasbar, 15 orang di RSUD Pasbar, 18 orang di Puskesmas Talu, dan 8 orang di Lapangan MTQ Padang Tujuh.

Ditambah, informasi yang didapat dari Camat Malampah, terdapat 4 korban jiwa, dan 1 ribu orang berada di pengungsian.

Dijadwalkan, Sabtu (26/2) Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akan bertolak ke Padang dan selanjutnya berkunjung ke lokasi bencana gempa di Pasaman Barat.

BACA JUGA :  Jelang KTT G20, Polda Bali Pasang 12 Kamera Tilang Elektronik
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *