Iuran JKN Nunggak, Warga Badung Bisa Bayar Pakai Sampah

  • Bagikan

BALI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Badung, Provinsi Bali, membuat terobosan unik. Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak mampu, dapat membayar tunggakan iuran dengan menggunakan sampah plastik ataupun sampah lainnya yang bisa didaur ulang.

“Tujuan dari program tersebut adalah untuk membantu melunasi tunggakan JKN masyarakat Badung yang tak mampu,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Badung Ni Putu Mirah Lydiawati di Denpasar, Sabtu (21/5/2022).

Inisiatif dan terobosan BPJS Kesehatan Badung terkait pembayaran tunggakan JKN dengan sampah plastik itu pun telah diapresiasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, saat mengunjungi gudang pengolahan sampah plastik Bali Waste Cycle (BWC), Selasa (17/5/2022).

BACA JUGA :  Warga Cemagi Mengwi Digegerkan Penemuan Mayat di Bibir Pantai

Lydiawati mengemukakan, sampah yang layak daur ulang dikumpulkan pada titik kumpul terdekat. Untuk kawasan Badung Tengah ke Klinik Bhakti Rahayu Dalung, di Badung Selatan titik kumpulnya di Omsa Klinik Jimbaran, dan kawasan Badung Utara ke Klinik Sidhi Sai Abiansemal.

“Sampah bila tidak dikelola akan jadi masalah, namun jika dikelola dengan baik tentu akan menjadi solusi. Salah satunya adalah bisa untuk melunasi tunggakan JKN, terutama di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampah-sampah yang terkumpul nantinya akan diangkut dan ditimbang oleh Bali Waste Cycle (BWC), Solusi Sampah Bali, kemudian hasilnya bisa untuk membayar tunggakan JKN masyarakat. “Targetnya adalah tercapainya zero tunggakan JKN di Badung,” ucapnya.

BACA JUGA :  Hut Damkar, Sekda Badung: Damkar Ciptakan Rasa Nyaman untuk Masyarakat

Founder Bali Waste Cycle (BWC) yang juga Direktur Utama PT Bhakti Rahayu Grup Putu Ivan Yunatana mengatakan, program inisiatif BPJS Kesehatan Badung ini sangat bagus dan patut dipertahankan.

“Dampaknya sangat jelas. Selain aspek ekonomi juga aspek lingkungan yang pada akhirnya sampah tersebut dapat terkelola dengan baik tidak sia-sia terbuang ke tempat pembuangan akhir,” ucapnya.

Selain itu, kata Ivan dengan langkah tersebut, juga sekaligus wujud untuk membangun ekonomi sirkuler, ekonomi yang memiliki dampak pada aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *