Walkot Magelang Dorong UMKM Agresif Promosikan Produknya Lalui Online

  • Bagikan
Walkot Magelang Dorong UMKM Agresif Promosikan Produknya Lalui Online (Foto: Antara)

JAWA TENGAH – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kota Magelang diminta secara agresif mempromosikan produknya melalui daring.

Hal itu seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz pada saat menjadi narasumber pelatihan Achievement Motivation Training (ATM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magelang, Jawa Tengah, pada, Selasa (21/6)

“Pandemi yang terjadi awal 2020 lalu membuat pengusaha kecil beradaptasi dengan pola konsumsi baru,” kata Aziz.

Menurutnya, kondisi ini menuntut UMKM untuk berpromosi lebih agresif secara online (daring),” katanya di Magelang, Selasa,

Ia mengatakan, penjualan berbagai produk mereka secara cepat melalui sistem pengiriman barang.

BACA JUGA :  Kisah Iswan Febriyanto, Pemuda Asal Gorontalo yang Bina Ratusan UMKM Go Digital

“Upaya pengembangan UMKM tahap penyadaran dan pembentukan perilaku mandiri sebagai suatu keniscayaan,” katanya.

Ia mengatakan transformasi kemampuan organisasi atau berusaha sama vitalnya dengan penciptaan karakter pelaku usaha.

Ditambahkan, tugas pemerintah adalah fasilitator mengubah mindset (pola pikir) terutama bagi UMKM. Jangan dulu bangga kalau omzet UMKM itu masih di bawah Rp 10 juta per bulan.

“Kita harus ubah mindset itu menjadikan netto (pendapatan bersih) Rp 10 juta per bulan,” kata dia.

Aziz juga mengakui ebagian pengusaha kecil mampu bertahan dan berkembang – bahkan di tengah pandemi Covid-19 – karena memanfaatkan ekosistem digital. Cara tersebut perlu terus dikembangkan untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.

BACA JUGA :  Rakyat Marahi Menteri Bahlil Imbas Kebijakan Gas 3 Kg, Ini Tanggapan DPRD Kota Tangerang

Pada kesempatan itu ia juga menginginkan UMKM setempat yang sudah sering mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah bisa mandiri, sehingga alokasi pelatihan bisa diteruskan kepada pelaku UMKM lainnya.

Ia menyebut tahun ini pembangunan IKM Center Kota Magelang akan selesai dan selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk menaikkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Caranya dengan menampilkan produk lokal kita yang mampu bersaing. Orang datang ke Magelang belum lengkap kalau belum ke IKM Center. Pola ini yang nanti kita bangun,” katanya.

Ia mengatakan sesuai jargon daerah setempat sebagai Kota Jasa maka Kota Magelang harus mampu menciptakan produk lokal yang berdaya saing tingkat nasional dan internasional. Ke depan, setiap rukun warga di Kota Magelang harus berhasil menciptakan minimal satu produk khas unggulan.

BACA JUGA :  WNA China Tewas Saat Belajar Surfing di Pantai Kuta, Diduga Serangan Jantung
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights