Menurutnya, pawai merupakan prosesi dan atraksi seni budaya yang mengilustrasikan tema Danu Kerthi dengan menampilkan kekayaan, keunikan, keunggulan masing-masing kota/kabupaten di Bali.
PKB tahun ini menampilkan 24 komunitas mewakili Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali, lembaga pendidikan menengah dan tinggi, serta BUMN dan BUMD melibatkan lebih dari 2.400 orang seniman.
“Banyaknya komunitas seniman yang berpartisipasi dalam pawai, walau dengan biaya swadaya menunjukkan tingginya antusias masyarakat mengikuti PKB seiring pandemi Covid-19 di Bali yang sudah landai dan stabil,” ucap Koster.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan setelah 2 tahun terdampak pandemi Covid-19, dimana tahun 2020 lalu PKB digelar secara online dan pada 2021 berlangsung online dan offline.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali beserta semua pihak sehingga PKB tahun 2022 dapat digelar seperti sebelum pandemi.
“Apresiasi yang sangat tinggi kepada kita semua karena acara ini hanya dapat berlangsung ketika cukup confident pandemi Covid-19 sudah relatif terkendali di Bali. Saya selalu melihat dan mendampingi Bali karena salah satu dampak yang paling terdampak di Indonesia adalah Bali, karena banyak revenue yang berasal dari pariwisata,” katanya.
Namun berkat kerja keras Pemerintah Provinsi Bali beserta stakeholder dan masyarakatnya, pandemi Covid-19 dapat terkendali salah satunya melalui vaksinasi yang tercepat di Indonesia. Bahkan tingkat antibodi masyarakat Bali sudah tinggi mencapai lebih dari 90%.
“Kalau ada kasus, ada tapi relatif terkendali. Maka tetaplah waspada. Disiplin protokol kesehatan masih diberlakukan,” ujar Tito.
Menurut dia, momen PKB tahun ini adalah penting untuk kembalinya ekonomi dan pariwisata Bali. Mengingat Bali kaya dengan seninya, sehingga PKB ini bertahan lama yang menghasilkan kelestarian budaya, para seniman Bali bahkan menjadi maestro internasional.

























