Desa Sanur Kauh Densel Raih Penghargaan Sebagai Desa Zero Waste Tingkat Nasional

  • Bagikan
Desa Sanur Kauh Densel Raih Penghargaan Sebagai Desa Zero Waste Tingkat Nasional (Foto: Istimewa)

DENPASAR – Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Desa Sanur Kauh Denpasar Selatan sebagai Desa Zero Waste tingkat nasional karena behasil dalam mengelola saampah.

Penghargaan diberikan langsung Direktur Jendral Bina Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, kepada Perbekel Desa Sanur Kauh, Made Ada, pada Senin (18/4)Bertempat di Park 23 Creative Tuban Badung. 

Dikonfirmasi usai menerima penghargaan, Perbekel Desa Sanur Kauh, Made Ada, menjelaskan terkait penanganan sampah di Desa Sanur Kauh, pada awal pelaksanaan program pemilahan sampah ini, masih banyak warga masyarakat yang sering  kerepotan dengan harus memilah sampah terlebih dahulu.

“Namun lambat laun, warga masyarakat Desa Sanur Kauh merespon baik  program ini.  Dalam sehari kurang lebih 3 ton sampah berbasis sumber bisa kami olah,” kata Made Ada

BACA JUGA :  Ngamuk2 Usai Mabuk, Bule Australia Tewas Kena Hantaman Kursi Pemilik Kafe

Kesadaran warga pun semakin meningkat, bahwa memilah sampah berbasis sumber memiliki banyak manfaat, terutama lingkungan menjadi bersih dan sehat.

Bahkan lanjutnya, warung makan di lokasi di des aini sudah banyak yang memilah mana sampah basah, seperti nasi dan sisa makanan lainnya.

“Sampah ini digunakan untuk pakan hewan ternak,” imbuhnya.

Dengan menggandeng TPS3R Sekar Tanjung, Desa Sanur Kauh mengedukasi warganya dengan cara mengajarkan memilah sampah berdasarkan pada Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber.

Metode yang digunakan adalah Reuse (memanfaatkan Kembali), Reduce (mengurangi sampah), dan Recycle (mendaur ulang).

Atas prestasi ini, Desa Sanur Kauh patut berbangga hati. Keberhasilannya dalam mengolah sampah berbasis sumber ini merupakan hasil kerja keras seluruh lapisan warga Desa Sanur Kauh. 

BACA JUGA :  Curi Barang di Tempatnya Bekerja, 5 Karyawan di Denpasar Dibekuk Polisi

“Kami sangat bangga dengan prestasi ini. Walaupun saat ini kami masih terbentur keterbatasan alat dan dana, namun kami tetap semangat dalam program pengelolaan ini. Kami berharap kedepannya Desa Sanur Kauh akan memiliki alat pencacah sampah, agar konsep dan tujuan pengolahan sampah ini bisa maksimal kami lakukan,” pungkas Made Ada.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *